Another case of clear and clarify...
Paksu : dek, kita buka puasa di luar saja yah...
Saya: oke... ( tersenyum sumringah, pucuk dicinta ulam pun tiba )
Seharian rasanya jenuh. Ini hari minggu, seharusnya jadi family day, tapi seharian paksu banyak urusan diluar. Mungkin buat menebus rasa bersalahnya paksu ngajak buka puasa diluar, sekalian jalan jalan...
Di perjalanan menuju resto favorit kami tiba tiba handphone paksu berdering, tapi beliau gak bicara banyak, cuma "oh, begitu", "oh, oke", dkk. Terus paksu mampir beli takjil agak banyak. Mulai curiga nih...
Paksu: "kita buka puasa di rumah mama saja ya..."
Saya: " oh, kenapa ?"
Paksu: " ndk papa, sudah lama tidak kesana"
Saya: "oh.."
Balik haluan ke rumah mertua. Pikir saya paling jadinya buka dulu baru makan malam diluar. Benar saja, habis buka puasa dan shalat maghrib paksu ngajak keluar. Tapi yg terjadi adalah...
Paksu: "dek, lapar ndk ?"
Saya: (mulai ndk sabaran)
"ya laparlah, maksudnya ? Seharian puasa masa ndk lapar..."
Paksu: "mmm, kita bungkus makanan saja ya, makan di rumah..."
Saya: "terus ?"
Paksu: " ada tamu datang. Urusan kantor, minta ketemuan sebentar"
Saya: ??? (bibir berkerut, muka bengkok, diam seribu bahasa)
Paksu: "dek, ndk papa kan"
Saya: "ndk usah bungkus makanan, antar kami pulang saja... Saya sudah tidak selera mau makan"
Paksu: "yah... Ngambek..."
Dan terjadilah acara diam diaman semalaman. Sama sama tidak makan, saya pulang tidur dengan hati kesal, paksu juga karena gak enak hati jadi membatalkan bertemu temannya... Hufft... Komunikasi oh komunikasi...
Meski sudah komitmen memperbaiki cara komunikasi dan sudah tau ilmu, kalau inginkan perubahan, mulailah dari diri sendiri, tapi kalau sudah kejadian begini kayaknya jadi pingin forward ke paksu materi komunikasi produktif bunda sayang... Biar bisa sama sama belajar.
Beruntungnya adalah, kami punya kebiasaan dan komitmen sejak awal pernikahan, apapun yang terjadi, kami harus tidur berpelukan 😄🌷... Dan ini alhamdulillah jadi salah satu jurus andalan kami dalam rumah tangga, sehingga alhamdulillah, tabarakallah, masalah masalah kami tidak berlarut larut...
Jadi sebelum tidur, terjadilah percakapan ini..
Saya: "kak, maaf ya, saya marah... "
Paksu: " iya, saya juga minta maaf"
Saya: "tadi itu, seharusnya tidak masalah kalau kakak bilang terus terang, mau pergi sama teman. Jangan dipaksakan mau menyenangkan hati isteri, malah akhirnya jadi mengecewakan. Lagian tradisi kita, hari libur kan family day" (melanggar kaidah kiss ndk ya ini ? )
Paksu: "iya iya, saya ingat. Cuma hari ini semua secara kebetulan harus diselesaikan karena orang orangnya pada mau berangkat besok"
Saya: "iya. Ndk papa. Lain kali dikomukasikan terus terang ya kak. Kalau dikomunikasikan sejak awal, insya Allah saya bisa paham kok."
Intinya hari ini, kekurangan kami masih di clear and clarify. Dan ada satu poin yg mengganjal di hati... Apakah saya terlalu sensitif sehingga paksu terkesan susah jujur, berbelit belit dan tidak to the point ngomong kalau ada hal hal yang akan tidak sesuai dengan perjanjian kami ?
Kalau blog ini terbaca oleh bunda fasil, adakah yang bisa bantu saya ?
#level1
#day3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar