Bismillahirrahmanirrahim
Ada hal baru yang menarik ketika beberapa hari ini saya mencoba terus menerapkan tekhnik komunikasi produktif dengan mempersingkat dan memperjelas pesan yang ingin saya sampaikan ke paksu.
Jadi, untuk titipan makanan yg minta dibelikan ke paksu, alih alih menggunakan bahasa mengambang seperti "cari yang enak", "terserah apa yang penting berkuah", dan sebagainya yang kadang rawan menimbulkan rasa tidak puas, kami bikin kesepakatan bagi bagi hari saja. Hari ini ikut selera saya, besok ikut selera paksu. Jadi kalau paksu tanya mau dibelikan apa buat takjil, jawabannya sudah pasti, mampir beli kue ini, kalau ndk ada kue itu... Sudah itu saja, hehehe... Pas harinya dia, dia silahkan beli ndk usah pake tanya, saya makan saja yg paksu beli.
Jadi, untuk titipan makanan yg minta dibelikan ke paksu, alih alih menggunakan bahasa mengambang seperti "cari yang enak", "terserah apa yang penting berkuah", dan sebagainya yang kadang rawan menimbulkan rasa tidak puas, kami bikin kesepakatan bagi bagi hari saja. Hari ini ikut selera saya, besok ikut selera paksu. Jadi kalau paksu tanya mau dibelikan apa buat takjil, jawabannya sudah pasti, mampir beli kue ini, kalau ndk ada kue itu... Sudah itu saja, hehehe... Pas harinya dia, dia silahkan beli ndk usah pake tanya, saya makan saja yg paksu beli.
( biar ndk bingung saya kasi tau ya, saya emak fokus anak, lebih penting jaga anak jadi jarang masak, lebih sering beli.. ~ alasaaann ~ )
Bonusnya, jadi seru seruan juga, giliran harinya dia, penasaran kan ntr buka puasa menunya apa yaaa... Plus jadi tau lebih banyak selera paksu, dan jadi nyadar juga, masyaAllah suamiku, ternyata soal makanan selama ini banyak ngalahnya ikut selera isteri, dimakan saja ndk pake protes 😢
Jadi makin cinta sayaaa...😘😘😘
Gara gara komunikasi produktif nih...
#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar